INTEGRASI MASYARAKAT
A.
Pengertian
Integrasi berasal dari bahasa
inggris “integration”yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. Integrasi
dimaknai sebagai proses penyesuaian diantara unsur – unsur yang saling berbeda
dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehiduapan masyarakat
yang memiliki keserasian fungsi.
Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk
sebuah sistem semi tertutup dimana sebagian besar interaksi adalah anatar
individu – individu yang berada dalam kelompok tersebut.
Masyarakat adalah sebuah komunitas yang
terindependen, umumnya istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok
orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang
teratur.
Integrasi masyarakat adalah kerjasama dari seluruh
anggota masyarakat, mulai dari individu, keluarga, lembaga-lembaga dan
masyarakat secara keseluruhan. Sehingga menghasilkan persenyawaan-persenyawaan,
berupa adanya konsensus nilai-nilai yang sama dijunjung tinggi
.
.
Integrasi
Masyarakat
Struktur
Sosial
Analisis
Struktur Sosial
1.
Struktur Sosial
Konsep
struktur sosial (social structur) pertama
kali dikembangkan oleh seorang sarjana ilmu antropologi, yaitu A.R. Radcliffe
Brown. Yang pernah melakukan penelitian
terhadap orang-orang pygmee di kepulauan Andaman di Teluk Bengali
di sebelah utara Sumatera. Dalam bukunya yang melaporkan penelitian itu, the Andaman islanders (1922) belum tercantum uraian mengenai konsep social structur itu, barulah pada
tahun 1939 konsep itu diuraikan olehnya dalam suatu pidato resmi saat peristiwa
penerimaan jabatannya sebagai Ketua Lembaga Royal Antropological Institute of Greaty Britain and Ireland.
Dasar pikirannya mengenai
struktur sosial itu secara singkat adalah sbb :
1. Pangkal dan pusat dari segala penelitian masyarakat
di muka bumi ini, serupa dengan penelitian-penelitian ilmu kimia itu yang
memusatkan perhatian terhadap susunan hubungan antara molekul-molekul yang
menyebabkan adanya berbagai zat. Demikian pula ilmu antropologi pada dasarnya
harus mempelajari susunan hubungan antara individu-individu yg menyebabkan
adanya berbagai sistem masyarakat. Perumusan dari berbagai macam susunan
hubungan antara individu dalam masyarakat itulah social structur, atau struktur
sosial.
2. struktur
sosial dari suatu masyarakat itu mengendalikan tindakan individu dalam
masyarakat, tetapi tidak tampak oleh seorang peneliti dengan sekejap pandangan,
dan harus diabstraksikan secara induksi dan dari kenyataan kehidupan masyarakat
yang konkret.
3. Hubungan interaksi antarindividu dalam masyarakat
adalah hal yg konkret yg dapat di observasi dan dapat dicatat. Struktur sosial
seolah-olah berada di belakang hubungan konkret itu. Hal ini menjadi terang
apabila kita perhatikan bahwa struktur itu hidup langsung, sedangkan
individu-individu yg bergerak nyata didalamnya dpt silih berganti.
4. Dengan struktur sosial itu seorang peneliti
kemudian dapat menyelami latar belakang seluruh kehidupan suatu masyarakat,
baik hubungan kekerabatan, perekonomian, religi, maupun aktivitas kebudayaan
atau pranata lainnya.
5. Untuk mempelajari
struktur sosial atau masyarakat diperlukan suatu penelitian di lapangan, dengan
mendatangi sendiri suatu masyarakat manusia yang hidup terikat oleh suatu desa,
suatu bagian kota besar, suatu kelompok berburu, atau yang lain.
6. Struktur sosial dapat
juga dipakai sebagai kriterium untuk menentukan batas-batas dari suatu
masyarakat tertentu.
2. Analisis Struktur
Sosial
Ide
pokok struktur sosial mengatakan bahwa struktur sosial merupakan bagian dari
posisi sosial yang saling terkait, masing-masing diartikan dan merupakan
hubungan dari posisi yang lain. Ide sebuah struktur bisa diterangkan dengan
membangunnya dengan ide dari suatu kumpulan. Suatu struktur merupakan suatu
struktur sosial ketika tersusun dari hubungan-hubungan sosial.
Walaupun Radcliffe Brown telah menguraikan
konsep Struktur Sosial itu, ia belum pernah memberikan petunjuk mengenai
metodologi yg digunakan seorang peneliti mengabstraksikan susunan sosial dari
kenyataan kehidupan masyarakat. Karena itu ahli-ahli antropologi lain telah
mencoba berbagai metode untuk mengabstraksikan struktur sosial, lepas dari
Radcliffe Brown. Metode yg paling umum adalah mencari kerangka itu dari
kehidupan kekerabatan.
Dalam suatu masyarakat kecil dan lokal
kehidupan kekerabatan merupakan suatu sistem yg sering kali bersifat amat
ketat, yg memang memprngaruhi suatu lapangan kehidupan yg sangat luas sehingga
mengangkut banyak sektor kehidupan masyarakat. Meneliti sistem kekerabatan
dalam suatu masyarakat serupa itu dapat memberi pengrtian mengenai banyak
kelompok dan pranata sosial lain. Demikian juga mnganalisis prinsip-prinsip
sistem kekerabatan dalam suatu masyarakat kecil sama dengan menganalisis
kerangka dasar dari seluruh masyarakat.
Analisa struktural sosial memiliki tugas
mengindetifikasi dari banyak perbedaan cara yang dengan efektif angka-angka
kesulitan dari orang-orang ke dalam posisi saling terkait. Implikasi
utama dari struktur sosial yang telah kita lihat adalah apa yang kita diami,
dunia sosial, bukan hanya budaya, tetapi juga hubungan antara posisi yang telah
tersusun bagi kita. Dunia sosial telah tersusun dan susunannya sebagai akibat
dari potensinya.
B.
Hubungan dan Solidaritas Masyarakat Kecil
Dalam masyarakat modern,sering dibedakan antara masyarakat pedesaan dengan masyarakat
perkotaan rural community,dan urban community. Jelas desa dan kota mempunyai
perbedaan baik secara fisik dan secara sosial.
Istilah desa sering kali ditandai dengan
kehidupan yang tenang, jauh dari keramaian, penduduknya yang ramah tamah,
saling kenal satu sama lain, mata pencaharian penduduknya kebanyakan sebagai
petani atau nelayan. Dalam keadaan sebenarnya desa masih dianggap sebagai
standar pemeliharaan sistem kehidupan bermasyarakat dan kebudayaan asli seperti
tolong-menolong, keguyuban, persaudaraan, gotong royong, kesenian, kepribadian
dalam berpakaian, adat istiadat, kehidupan moral, dll.
Menurut Koentjaraningrat suatu masyarakat
desa menjadi suatu persekutuan hidup dan kesatuan sosial didasarkan atas dua
macam prinsip:
prinsip hubungan kekerabatan (geneologis)
prinsip hubungan tinggal dekat (teritorial)
Prinsip ini tidak lengkap, yang mengikat adanya
aktifitas tidak disertakan yaitu :
tujuan khusus yang ditentukan faktor ekologis
prinsip yang datang dari atas oleh aturan
undang-undang
Golongan orang-orang tua pada masyarakat
pedesaan pada umumnya memegang peranan penting.orang akan selalu meminta
nasihat pada mereka apabila ada kesulitan-kesulitan yang dihadapi. kesukarannya
adalah golongan orang-orang tua itu mempunyai pandangan yang didasarkan pda
tradisi yang kuat sehingga sukar untuk mengadakan perubahan-perubahan yang
nyata. Pengendalian sosial masyarakat terasa sangat kuat sehin gga perkembangan
jiwa individu sangat sukar untuk dilaksanakan.
Antara warga masyarakat pedesaan dan
masyarakat perkotaan terdapat perbedaan dalam perhatian khususnya terhadap
keperluan hidup. Di desa yang diutamakan adalah perhatian khusus terhadap
keperluan utama kehidupan, hubungan-hubungan untuk memperhatikan fungsi
pakaian, makanan, rumah, dan sebagainya. Hal ini berbeda dengan orang kota yg
mempunyai pandangan berbeda. Orang kota sudah memandang penggunaan kebutuhan
hidup, sehubungan dengan pandangan masyarakat sekitarnya.
Misalnya: pada saat menghidangkan makanan:
Yg diutamakan adalah makanan yg dihidangkan
trsbut memberikan kesan bahwa yg menghidangkannya mempunyai kedudukan sosial yg
tinggi. Bila ada tamu, diusahakan untuk menghidangkan makanan dalam kaleng.
Pada orang-orang desa, hal itu tidak dipedulikan. Mereka masak makanan sendiri
tanpa mempedulikan apakah harus kelihatan mewah dan tempat menghidangkannnya juga harus mewah dan terhormat. Disini terlihat perbedaan penilaian. Orang desa
menilai makanan sebagai suatu alat untuk memenuhi kebutuhan biologis, sedangkan
pada orang kota, makan sebagai suatu alat untuk memenuhi kebutuhan sosial.
Ciri-ciri masyarakat pedesaan di Indonesia pada
umumnya dapat disimpulkan sebagai berikut :
a. Homogenitas Sosial
Bahwa masyarakat desa pada umumnya terdiri dari
satu atau beberapa kekerabatan saja, sehingga pola hidup tingkah laku maupun
kebudayaan sama/homogen. Oleh karena itu hidup di desa biasanya terasa tenteram
aman dan tenang. Hal ini disebabkan oleh pola pikir, pola penyikap dan pola
pandangan yang sama dari setiap warganya dalam menghadapi suatu masalah.
Kebersamaan, kesederhanaan keserasian dan kemanunggalang selalu menjiwai setiap
warga masyarakat desa tersebut.
b. Hubungan Primer
Pada masyarakat desa hubungan kekeluargaan
dilakukan secara musyawarah. Mulai masalah-masalah umum/masalah bersama sampai
masalah pribadi. Anggota masyarakat satu dengan yang lain saling mengenal
secara intim. Pada masyarakat desa masalah kebersamaan dan gotong royong sangat
diutamakan, walaupun secara materi mungkin sangat kurang atau tidak
mengijinkan.
c. Kontrol Sosial yang Ketat
Di atas dikemukakan bahwa hubungan pada masyarakat
pedesaan sangat intim dan diutamakan, sehingga setiap anggota masyarakatnya
saling mengetahui masalah yang dihadapi anggota yang lain. Bahkan ikut mengurus
terlalu jauh masalah dan kepentingan dari anggota masyarakat yang lain.
Kekurangan dari salah satu anggota masyarakat, adalah merupakan kewajiban
anggota yang lain untuk menyoroti dan membenahinya.
d. Gotong Royong
Nilai-nilai gotong royong pada masyarakat pedesaan
tumbuh dengan subur dan membudaya. Semua masalah kehidupan dilaksanakan secara
gotong royong, baik dalam arti gotong royong murni maupun gotong royong timbal
balik. Gotong royong murni dan sukarela misalnya : melayat, mendirikan rumah
dan sebagainya. Sedangkan gotong royong timbal balik misalnya : mengerjakan
sawah, nyumbang dalam hajat tertentu dan sebagainya.
e. Ikatan Sosial
Setiap anggota masyaratkan desa diikat dengan
nilai-nilai adat dan kebudayaan secara ketat. Bagi anggota yang tidak memenuhi
norma dan kaidah yang sudah disepakati, akan dihukum dan dikeluarkan dari
ikatan sosial dengan cara mengucilkan/memencilkan. Oleh karena itu setiap
anggota harus patuh dan taat melaksanakan aturan yang ditentukan. Lebih-lebih
bagi anggota yang baru datang, ia akan diakui menjadi anggota masyarakat
tersebut (ikatan sosial tersebut)
f. Magis Religius
Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa bagi
masyarakat desa sangat mendalam. Bahkan setiap kegiatan kehidupan sehari-hari
dijiwai bahkan diarahkan kepadanya. Sering kita jumpai orang Jawa mengadakan
selamatan-selamatan untuk meminta rezeki, minta perlindungan, minta diampuni
dan sebagainya.
g. Pola Kehidupan
Masyarakat desa bermata pencaharian di bidang agraris,
baik pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan. Pada umumnya setiap
anggota hanya mampu melaksanakan salah satu bidang kehidupan saja. Misalnya
para petani, bahwa pertanian merupakan satu-satunya pekerjaan yang harus ia
tekuni dengan baik. Bilamana bidang pertanian tersebut kegiatannya kosong, maka
ia hanya menunggu sampai ada lagi kegiatan di bidang pertanian.
Perbedaan antara masyarakat pedesaan &
perkotaan
Masyarakat
Pedesaan
|
Masyarakat
Perkotaan
|
Warga memiliki hubungan yang
lebih erat
|
Jumlah penduduknya tidak
tentu
|
Sistem kehidupan biasanya
berkelompok atas dasar kekeluargaan
|
Bersifat individualistis
|
Umumnya hidup dari pertanian
|
Pekerjaan lebioh bervariasi,
lebih tegas batasannya dan lebih sulit mencari pekerjaan
|
Golongan orang tua memegang
peranan penting
|
Perubahan sosial terjadi
secara cepat, menimbulkan konflik antara golongan muda dengan golongan orang
tua
|
Dari sudut pemerintahan,
hubungan antara penguasa dan rakyat bersifat informal
|
Interaksi lebih disebabkan
faktor kepentingan daripada faktor pribadi
|
Perhatian masyarakat lebih
pada keperluan utama kehidupan
|
Perhatian lebih pada
penggunaan kebutuhan hidup yang dikaitkan dengan masalah prestise
|
Kehidupan keagamaan lebih
kental
|
Kehidupan keagamaan lebih
longgar
|
Banyak berurbanisasi ke kota
karena ada faktor yang menarik dari kota.
|
Banyak migran yg berasal
dari daerah dan berakibat negatif di kota, yaitu pengangguran, naiknya
kriminalitas, persoalan rumah, dll.
|
KESIMPULAN
Dalam
kehidupan masyarakat ini dikenal adanya orang kecil dan sebaliknya orang besar.
Besar yang dimaksudkan adlh seseorang yg memiliki kedudukan, pangkat atau
jabatan tinggi. Sebaliknya, orang kecil adalah orang yang tidak memiliki
posisi, pangkat atau jabatan di tengah masyarakat. Mereka adalah rakyat biasa,
berekonomi lemah, memiliki penghasilan tetapi tidak terlalu mencukupi dan atau
bahkan selalu berkekurangan
Ø homogenitas
sosial
Ø hubungan
primer
Ø kontrol
sosial yg ketat
Ø gotong
royong
Ø ikatan
sosial
Ø magis
religius
Ø pola
kehidupan.
1. Lingkungan umum dan orientasi terhadap alam
2. Pekerjaan
atau mata pencaharian
3. Ukuran
komunitas
4. Kepadatan
penduduk
5. Homogenitas
dan Heterogenitas
6. Diferensiasi
sosial
7. Pelapisan
sosial
8. Interaksi sosial
9. Pengawasan
sosial
10. Pola
Kepemimpinan
11. Standar
kehidupan
12. Kesetiakawanan sosial, ddl.







0 komentar:
Posting Komentar